Wednesday, November 15, 2017

Mobil Hanomag

Generalleutnant Hellmuth Reymann (kanan) bersama dengan dua orang perwira Wehrmacht lainnya. Di belakangnya terparkir sebuah Hanomag 1.3 liter, sebuah mobil yang pertama kali diperkenalkan pada musim semi 1939 oleh pabrikan Hanomag asal Jerman. Sekilas bila dilihat dari depan dan belakang, mobil ini mirip dengan VW Beetle, hanya saja mempunyai panjang yang lebih dibandingkan dengan pesaingnya dari Volkswagen tersebut, sehingga terlihat perbedaannya bila dilihat dari samping



Sumber :
www.forum.axishistory.com
www.historicalwarmilitariaforum.com

Tuesday, November 14, 2017

Foto 1. Schnellbootflottille

14 Agustus 1940: Kapitän zur See Hans Bütow (kanan, Führer der Torpedoboote) mengajak bersulang para perwiranya dalam perayaan penganugerahan medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes untuk Oberleutnant zur See Kurt Fimmen (kiri, Kommandant S 26 in der 1.Schnellbootflottille) serta Oberleutnant zur See Götz Freiherr von Mirbach (Kommandant S 21 in der 1.Schnellbootflottille). Yang paling berbahagia tentu saja adalah pimpinan dua orang tersebut, Kapitänleutnant Heinz Birnbacher (Chef 1.Schnellbootflottille), yang berdiri di tengah. Dia terlebih dahulu mendapatkan medali yang sama pada tanggal 17 Juni 1940. Foto diambil dari koleksi pribadi Kapitän zur See (Bundesmarine) Karl-Friedrich Künzel, mantan Kommandant S 28 / 1.Schnellbootflottille dalam Perang Dunia II


Sumber :
www.s-boot.net

Foto Grup Kriegsmarine

Para staff Flottenkommando / Marinegruppenkommando Ost (masa bakti Mei 1943 s.d Maret 1945) berfoto bersama di atas kapal komando 'Hela', yang sedang berlabuh di Gotenhafen, bulan Agustus 1944. Baris depan, dari kiri ke kanan: Korvettenkapitän Heinz Schuur (3. Admiralstabsoffizier), Kapitän zur See Moritz Schmidt (2. Admiralstabsoffizier), Kapitän zur See Hans Marks (1. Admiralstabsoffizier), Kapitän zur See (V) Kurt Voigt (Flottenverwaltungsoffizier), Konteradmiral Richard Rothe-Roth (C), Generaladmiral Otto Schniewind (Flottenchef und Oberbefehlshaber der Marinegruppenkommando Nord), Admiralarzt Dr.-Med. Alois Evers (Arzt beim Flottenkommando), Oberstleutnant der Luftwaffe Julius Hansing (Luftwaffen-Verbundungsoffizier), Korvettenkapitän der Reserve Heinrich Dau (Referent für Handelsschiffe), serta Kapitänleutnant Gerhard Heilig (Flaggleutnant). Baris belakang, dari kiri ke kanan: Oberleutnant (M.A.) Müller (2. Flottensekretär), Korvettenkapitän (Ing.) Werner-Georg Kimmerling (2. Ingenieur-Offizier), Korvettenkapitän Günther Kern (4. Admiralstabsoffizier), Kapitänleutnant (V) Laser (1. Flottensekretär), Kapitänleutnant (W) Ernst Kumlin (Artillerie-Technischer Offizier), Kapitän zur See Dipl.-Ing. Wolfheinz Schäfer (Flotten-Ingenieur), Oberinspekteur Richter (Sekretär), serta Kapitänleutnant (N) Groh (A 4 A)


Sumber :
www.axishistory.com
www.historisches-marinearchiv.de
www.lexikon-der-wehrmacht.de

Sunday, November 12, 2017

U-380

Stabsobersteuermann Otto Biegalski dianugerahi Deutsches Kreuz in Gold pada tanggal 7 Mei 1944 saat bertugas sebagai Obersteuermann di U-380 (Kapitänleutnant Albrecht Brandi). Dia sendiri mengabdi di kapal selam Tipe VIIC tersebut dari bulan Agustus 1942 s/d Januari 1944, dan ikut berpartisipasi dalam 11 patroli (259 hari di lautan). Pada saat mendapatkan DKiG, Biegalski sudah pindah ke U-boat lain. Selain U-380, Biegalski juga tercatat pernah bertugas di U-92, U-975, dan U-3530



Sumber :
Foto koleksi pribadi Gordon Williamson
www.historicalwarmilitariaforum.com

Postkarte (Kartu Pos) seri Verlag Ernst Steiniger

Postkarte (kartu pos) seri Verlag Ernst Steiniger yang diterbitkan pada masa Perang Dunia II mengkhususkan diri pada jenderal-jenderal tinggi Wehrmacht dengan pangkat Generaloberst serta Generalfeldmarschall. Inilah beberapa diantaranya:


Generalfeldmarschall Ernst Busch (6 Juli 1885 - 17 Juli 1945) bertempur sebagai perwira infanteri dalam Perang Dunia I di Front Barat, meraih Pour le mérite (4 Oktober 1918), dan kemudian tetap dipertahankan dalam organisasi Reichsheer setelah perang usai. Secara tetap karirnya makin menanjak, dan pada tahun 1936 sudah menjadi Generalmajor dan Komandan 23. Infanterie-Division. Selama berlangsungnya invasi Jerman ke Polandia, Busch menjadi Panglima VIII. Armeekorps. Pada tahun 1940 dia ditunjuk sebagai Panglima 16. Armee, dan memimpinnya dalam penyerbuan ke Prancis serta fase pertama pertempuran di Front Timur. Pada tahun 1943 Busch menjadi salah satu dari sedikit perwira tinggi Wehrmacht yang diangkat sebagai Generalfeldmarschall. Dia juga menjadi Panglima Heeresgruppe Mitte di Front Timur, tapi dipecat pada bulan Juni 1944 setelah komandonya hancur-lebur akibat Operasi Bagration yang dilancarkan oleh Soviet. Pada tahun 1945 dia menjadi Panglima Heeresgruppe Nordwest di Front Barat, dan kemudian menyerah pada pasukan Inggris di bulan Mei 1945. Tak lama kemudian Busch meninggal dalam tawanan Inggris karena sakit alami yang dideritanya. Medali dan penghargaan yang diperolehnya: Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 26 Mei 1940 sebagai General der Infanterie dan Oberbefehlshaber 16.Armee; Eichenlaub #274 pada tanggal 21 Agustus 1943 sebagai Generaloberst dan Oberbefehlshaber 16.Armee; 1914 Eisernes Kreuz II.Klasse (20 September 1914) und I.Klasse (6 Maret 1915); Ritterkreuz des Königlichen Hausordens von Hohenzollern mit Schwertern (14 Juni 1917); Verwundetenabzeichen 1918 in Silber (1918); Pour le mérite (4 Oktober 1918); Ehrenkreuz für Frontkämpfer (1 Januari 1935); Wehrmacht-Dienstauszeichnung IV. bis I. Klasse (2 Oktober 1936); Medaille zur Erinnerung an den 1. Oktober 1938 mit Spange “Prager Burg”; 1939 Spange zum 1914 Eisernes Kreuz II. Klasse (18 September 1939) und I.Klasse (25 September 1939); Medaille “Winterschlacht im Osten 1941/1942“ (30 Juli 1942); Demjanskchild; serta Freiheitskreuz I. Klasse mit Stern und Schwertern Finlandia (29 Maret 1943). Namanya juga disebutkan dalam Wehrmachtbericht (6 Agustus 1941, 16 September 1941, 21 Oktober 1941, dan 28 Januari 1943). Biografi singkatnya bisa dilihat DISINI



Sumber :


Foto 62. Infanterie-Division / 62. Volksgrenadier-Division

Pada bulan November 1944, Generalfeldmarschall Ernst Busch (tengah) melakukan inspeksi terakhir pada 62. Volksgrenadier-Division di tempat pelatihan mereka di Neuhammer, Silesia, Jerman (di dekat Breslau). Dalam waktu satu bulan, divisi yang masih fresh tersebut akan diberangkatkan ke wilayah perbatasan Belgia untuk ikut berpartisipasi dalam serangan kejutan Jerman di Ardennes. Paling kiri yang memakai stahlhelm adalah Oberst Dipl.-Ing. Friedrich Kittel (Kommandeur 62. Volksgrenadier-Division). Beberapa waktu sebelumnya dia terluka dalam pertempuran sehingga harus memakai celana panjang untuk menutupi sepatu setumit yang dikenakannya. Di sebelah kanan Kittel adalah Artur Axmann (Reichsjugendführer Hitlerjugend), dilanjutkan dengan Generalmajor Hans von Hanstein (General der Truppentechnik in Oberkommando des Heeres), dan Generalfeldmarschall Ernst Busch (Führer-Reserve). Busch memberi salam hormat pada para prajurit 62. Volksgrenadier-Division dengan interimstab-nya (tongkat komando)


Sumber :
www.forum.axishistory.com

Friday, November 10, 2017

Foto 29. U-Flottille (29. Unterseebootsflottille)

Jagoan kapal selam Jerman sekaligus Ritterkreuzträger (peraih medali Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes) dari 29. Unterseebootsflottille (29. U-Flottille) di La Spezia, Italia utara, antara bulan Agustus dan September 1942. Mereka semua memakai Weißer Dienstrock (seragam putih musim panas). Dari kiri ke kanan: Kapitänleutnant Friedrich Guggenberger (Kommandant U-81. Menenggelamkan 17 kapal dengan total tonase 66.848 GRT dari 10 patroli, 324 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 10 Desember 1941 dan Eichenlaub tanggal 8 Januari 1943), Kapitänleutnant Helmut Rosenbaum (Kommandant U-73. Menenggelamkan 9 kapal dengan total tonase 57.863 GRT dari 10 patroli, 265 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 12 Agustus 1942), Kapitänleutnant Heinrich Schonder (Kommandant U-77. Menenggelamkan 15 kapal dengan total tonase 29.368 GRT dari 12 patroli, 291 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 19 Agustus 1942), Kapitänleutnant Fritz Frauenheim (Flottillenchef 29. U-Flottille. Menenggelamkan 18 kapal dengan total tonase 78.248 GRT dari 9 patroli, 170 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 29 Agustus 1940), serta Kapitänleutnant Hans-Werner Kraus (Kommandant U-83. Menenggelamkan 8 kapal dengan total tonase 12.702 GRT dari 10 patroli, 292 hari di lautan. Ritterkreuz tanggal 19 Juni 1942)


Sumber :

Sunday, November 5, 2017

Foto Operasi Bagration

Para jenderal Wehrmacht berpose di depan sebuah rumah kayu di Rusia. Berdiri di baris depan, dari kiri ke kanan: Generalfeldmarschall Ernst Busch (Oberbefehlshaber Heeresgruppe Mitte), Generaloberst Walter Weiss (Oberbefehlshaber 2. Armee), Generalleutnant Hans Krebs (Chef des Generalstabes Heeresgruppe Mitte), General der Infanterie Friedrich Hoßbach (Kommandierender General LVI. Panzerkorps), General der Artillerie Rudolf Freiherr von Roman (Kommandierender General XX. Armeekorps), dan Generalleutnant Hans Speth (Führer-Reserve Oberkommando des Heeres). Berdiri persis di belakang Weiss adalah Generalleutnant Gustav Harteneck (Kommandeur 72. Infanterie-Division). Foto ini diambil di wilayah tengah Front Timur pada bulan Mei 1944 oleh Kriegsberichter Thiemann dari Propaganda-Kompanie 670. Hanya berselang satu bulan kemudian, wilayah yang berada di bawah komando Heeresgruppe Mitte ini berantakan setelah Tentara Merah melancarkan Operasi Bagration!



Sumber :
Foto koleksi Bundesarchiv Jerman
www.bundesarchiv.de

Foto Kettenkrad

Dua orang perwira tinggi sedang Jerman asyik jalan-jalan di bonbin Gembiraloka sambil menaiki Kettenkrad dengan plat nomor WH (Wehrmacht Heer) 522585. Dari kiri ke kanan: Generalleutnant Rudolf-Eduard Licht dan Generalfeldmarschall Ernst Busch. Tidak ada keterangan kapan dan dimana foto ini diambil, meskipun dari kondisi alamnya ada kemungkinan dibuat di Front Timur saat musim gugur/semi berlangsung. Pangkat yang tertera adalah pangkat terakhir kedua jenderal tersebut


Seorang prajurit Jerman, dengan muka "ditekuk", berusaha menyeberangi lautan lumpur di Front Timur dengan menggunakan kendaraan NSU Kleines Kettenkraftrad HK 101 (Sd.Kfz 2). Foto ini diambil saat Unternehmen Barbarossa di bulan Agustus 1941. Walaupun musim gugur belum datang, tapi kondisi jalan umumnya yang luar biasa buruk membuat gerak maju pasukan Wehrmacht ke arah timur menjadi terhambat. Foto oleh Kriegsberichter Siedel


Konvoy pasukan Jerman di wilayah barat-laut Kaukasus, bulan Desember 1942. Di sebelah kiri adalah barisan NSU Kleines Kettenkraftrad HK 101 (Sd.Kfz 2), sementara di kanannya adalah kereta-kereta perbekalan kecil yang ditarik kuda... Sesuatu yang tidak terbayangkan di jalan sekecil ini bila yang berpapasan adalah kendaraan roda empat yang berukuran lebih besar. Foto oleh Kriegsberichter Koch


Sepeda motor beroda rantai NSU Kleines Kettenkraftrad HK 101 (Sd.Kfz 2), lebih dikenal dengan nama Kettenkrad, bergerak melewati sebuah tanjakan bersalju di Front Timur, bulan Januari 1943. Kendaraan segala-medan ini dapat membawa tiga orang - satu di depan dan dua di belakang - serta biasanya digunakan sebagai alat transportasi, pengangkut peralatan, serta memasang kabel komunikasi. Foto oleh Kriegsberichter Rieder


Prajurit Wehrmacht yang bertugas sebagai Kradmelder (pembawa pesan) ini terbunuh saat kendaraan Sd.Kfz 2 Kettenkrad-nya mendapat berondongan senapan mesin oleh musuh. Tidak ada keterangan tambahan lain, tapi foto ini kemungkinan besar diambil di Rusia saat musim "rasputitsa" (berlumpur) tiba. Kettenkrad sendiri merupakan salah satu kendaraan paling aneh dalam Perang Dunia II, yang merupakan perpaduan antara sepeda motor dengan tank!


Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.wehrmacht-awards.com

Pidato Ritterkreuzträger Kriegsmarine untuk Hitlerjugend (16 Juni 1943)


Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Hitlerjugend dengan Kriegsmarine ini diberi nama "Die Ritterkreuzträger der Kriegsmarine Rede an die Hitlerjugend" (Pidato Peraih Ritterkreuz dari Kriegsmarine untuk Hitlerjugend), dan digelar di aula Sportpalast Berlin pada tanggal 16 Juni 1943. Sebagai pembuka, tampak panji-panji dan bendera Kriegsmarine diarak menuju tempat acara dilangsungkan 


 
Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Hitlerjugend dengan Kriegsmarine ini diberi nama "Die Ritterkreuzträger der Kriegsmarine Rede an die Hitlerjugend" (Pidato Peraih Ritterkreuz dari Kriegsmarine untuk Hitlerjugend), dan digelar di aula Sportpalast Berlin pada tanggal 16 Juni 1943. Figur yang teridentifikasi dalam foto ini: (1) Admiral Walter Warzecha (Chef des Allgemeinen Marinehauptamtes), (2) Kapitän zur See Kurt Thoma (Chef Abteilung K III M im Oberkommando der Marine), (3) Reichsjugendführer Artur Axmann, serta (6) Kapitänleutnant Reinhard Hardegen (Kommandant U-123)


 
Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Hitlerjugend dengan Kriegsmarine ini diberi nama "Die Ritterkreuzträger der Kriegsmarine Rede an die Hitlerjugend" (Pidato Peraih Ritterkreuz dari Kriegsmarine untuk Hitlerjugend), dan digelar di aula Sportpalast Berlin pada tanggal 16 Juni 1943. Figur yang teridentifikasi dalam foto ini: (3) Kapitänleutnant Reinhard Hardegen (Kommandant U-123), (7) Kapitän zur See Kurt Thoma (Chef Abteilung K III M im Oberkommando der Marine), serta (8) Admiral Walter Warzecha (Chef des Allgemeinen Marinehauptamtes)


Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Hitlerjugend dengan Kriegsmarine ini diberi nama "Die Ritterkreuzträger der Kriegsmarine Rede an die Hitlerjugend" (Pidato Peraih Ritterkreuz dari Kriegsmarine untuk Hitlerjugend), dan digelar di aula Sportpalast Berlin pada tanggal 16 Juni 1943. Dalam foto ini kita bisa melihat dekorasi panggung yang megah, dan juga membludaknya penonton yang hadir. Di tengah terpasang lambang raksasa U-Boot-Kriegsabzeichen (Medali Perang Kapal Selam), satuan senyap bawah laut yang menjadi primadona Kriegsmarine serta penyumbang terbanyak para peraih Ritterkreuz untuk Angkatan Laut Jerman


Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Hitlerjugend dengan Kriegsmarine ini diberi nama "Die Ritterkreuzträger der Kriegsmarine Rede an die Hitlerjugend" (Pidato Peraih Ritterkreuz dari Kriegsmarine untuk Hitlerjugend), dan digelar di aula Sportpalast Berlin pada tanggal 16 Juni 1943. Kapitänleutnant Reinhard Hardegen tampak sedang berbicara di podium. Dia dianugerahi Ritterkreuz des Eisernen Kreuzes pada tanggal 23 Januari 1942 serta Eichenlaub #89 pada tanggal 23 April 1942, keduanya saat bertugas sebagai Komandan U-123


Acara yang merupakan hasil kerjasama antara Hitlerjugend dengan Kriegsmarine ini diberi nama "Die Ritterkreuzträger der Kriegsmarine Rede an die Hitlerjugend" (Pidato Peraih Ritterkreuz dari Kriegsmarine untuk Hitlerjugend), dan digelar di aula Sportpalast Berlin pada tanggal 16 Juni 1943. Para anggota muda Hitlerjugend dengan serius mendengarkan saat Eichenlaubträger Kapitänleutnant Reinhard Hardegen (Kommandant U-123) sedang berbicara di podium



Sumber :
www.audiovis.nac.gov.pl
www.ritterkreuztraeger.blogspot.com